Pertama. Dari namanya aja udah ngeri : totok aura. Gue semacam akan melakukan tindakan klenik untuk kecantikan, tinggal pasang susuk, jadilah gue minta sate 10 tusuk sama bang bokir di pantai selatan. Tapi ternyata, menurut teman-teman di FD, sebenernya itu adalah totok yg fungsinya untuk kesehatan - semacam ngelancarin peredaran darah gitu, yang fungsinya menyembuhkan migrain, sinusitis, dsb dalala-
Kedua. Sebagai gadis rantau, ngeri gue ngebayangin keruwetan jalan dari Kemayoran ke Ampera/ Pejaten/ Depok. Gabisa apa ya bikin gerai di pusat heheh..
Ketiga. Pengecut. Gue itu pengecut. Seumur hidup belum pernah deh nyobain facial, karena gue ga sudi muka dipencet2 sama org lain yang gak merasakan kesakitannya. Refleksi gasanggup terlalu geli. Pijat ga kuat keras-keras, sukanya cuma dipencet-pencet. Creambath gak suka. I simply think that di kepala gue banyak syaraf, dan hanya orang-orang yg kompeten yang boleh megang, bukan orang salon dengan training seadanya.
Akhirnya, dengan berbekal review meyakinkan cewek-cewek lain, di suatu weekend, ditempuhlah jalanan kelak kelok Kemayoran-Ampera.
Hasilnya?
SAKIT. Sumpah ga kuat.
tapi lama-lama Enaaakkk!! Lama-lama segar, apalagi sesudahnya dimasker -yang terakhir gue lakukan 4 tahun yang lalu- .
Therapist nya juga well trained bgt, mijatnya gak asal.. Tempatnya standard sih, tapi yang penting bersih!
Harga: Gak mahal-mahal amat, Totok wajah 45 menit itu 115K (baru naik katanya), lulur 110K, dll.
Kesimpulannya : Ketagihan!
No comments:
Post a Comment