Tapi ada yang aneh (atau ini mommy nya yang ngidam), ya sudalah anggep aja bawaan orok.
Gue suka banget cium-cium skin care, dan (sesekali) memakainya. Biasanya kan cuma beli doang hobinya, terus didiemin sampai expire, atau dihibahkan ke orang lain. Tapi, kehamilan gue ini bukan berarti hamil cantik yang cling rambut tertata, muka mulus bersemi, dll. Kulit badan kering karena malas pakai body lotion teratur, suka nya cuma sesekali kalau lagi pingin aja, sampai kayaknya kulit gue udah gak tertahankan lagi keringnya, dan banyak banget gigitan nyamuknya, padahal biasanya nyamuk aja kepeleset.
Jadi suatu hari, dengan kekuatan bulan, entah darimana gue buka lah laci harta berisi skincare yang tentu saja belum expired, untuk dibuka-buka dan dipakai lagi. Karena lagi hamil, gue cari yang natural aja dulu. (yang gak natural juga banyak soalnyaaaa hehehe)
So far, my favourite skin care adalah Lush, yang sayang sekali, sudah hengkang dari Indonesia. So, lush(es) ini adalah lush yang gue beli di tahun 2011, dan 2012 (april). We'll see ketahanan productnya!
Lush Aromarant Deodorant - Discontinued
![]() |
| Pic from here |
Ini adalah barang Lush pertama yang gue beli (selain sabun-sabunan jaman Lush masih ada di Jakarta). Waktu itu, gue emang sudah denger dan browsing sana sini mengenai deodorant natural yang berkualitas, dan ngefek kalau dipake. Gak sekedar natural terus powerless. And here is my review:
Pertama, kalau kamu beli di toko nya, pasti malas deh. Soalnya wanginya gak cute, gak sweet, dan gak outstanding, alias, kayak bau bapak-bapak / bau kulit yang apek aneh deh. Tapi waktu itu, karena SA nya jago banget, dan dia insist, kalau diolesin ke kulit, wangi lemonnya akan terasa. Akhirnya aku beli sepotong (lupa harganya, tapi kalau di kurs in, palingan 100k an deh).
So how was it?
First impression: aneh, gak biasa aja pake deo yang naked tanpa casing gitu. Agak keras, jadinya takut sakit begitu kena armpit. Gak taunya, begitu dioles, langsung meleleh mengikuti natural body heat kayaknya, dan amazingly wangi lemon, dan lebih amazing lagi, kok jadi jatuh cinta banget ya sama wanginya, sampe kadang nyiumin keti sendiri. :D
How it works: Strong! aku pikir karena waktu itu udara di NL lagi dingin dan berangin, aku pikir memang gak perlu lah yang menahan keringat. Tapi begitu sampai Jakarta, it still works very good. Jadi inget kata SA nya, kalau this deo works mengikuti reaksi tubuh kita, bukan menangkalnya. Jadi, ketika ada keringat, dia bukan bersifat menangkal, tapi menyerap, jadi kering, dan mengeluarkan aroma lemon-sandalwood.
Reasoning : Karena ini natural. Bukannya mau lebay anti ini itu, tapi, setelah banyak baca tentang deodorant yang mengandung anti perspirant, alumunium dll, dan itu dioleskan di kulit kita, yang resikonya adalah kanker atau alzheimer. Ya minimal, walaupun makan belum sehat, produk belum kembali ke alam semua, tapi kalau ada pilihan, dan bagus, kenapa engga? Murah dan awet pula :D
Would buy again : No. (because it's discontinued :(, tapi katanya Aromaco Lush Deodorant bagus juga)
| Foto asli aromatic: udah potongan ke 2, Sisanya masih banyak! |

No comments:
Post a Comment